Kamis, 10 Februari 2011

resensi novel kcb 1

RESENSI KETIKA CINTA BERTASBIH JILID 1 BY : SAIDESI MAYSELA


KATA PENGANTAR



Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT.
Karena atas berkah dan izin-Nya lah,
saya dapat menyelesaikan tugas resensi novel Ketika Cinta Bertasbih ini. Sebagai pemenuhan tugas Bahasa Indonesia sekaligus melatih kemampuan saya untuk menulis Sebagai pelajar yang ilmunya baru seujung jarum, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Dan sebagai manusia yang tak sempurna, saya mohon maaf bila ada kesalahan yang berarti.


Wassalam,





Penulis


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


DAFTAR ISI


1. Kata Pengantar......................................................1
2. Daftar Isi.. . ..........................................................2
3. Pendahuluan. ........................................................3
4. Pengenalan.. .........................................................3
5. Pembahasan. ........................................................4
6. Unsur Intrinsik & Ekstrinsik............................5
7. Kritik & Saran…...........................................6



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. PENDAHULUAN
            Meresensi sebuah karya sastra fiksi atau nonfiksi, adalah kegiatan mengupas secara keseluruhan isi buku dengan menilai secara mendetail unsur-unsur yang terdapat dalam buku tersebut. Novel adalah salah satu karya sastra fiksi yaitu sebuah cerita yang lahir dari pikiran pengarangnya. Berbeda dengan nonfiksi yang jelas, berdasarkan penelitian, dan sudah di akui kebenarannya oleh publik.
Seperti salah satu Novel yang saat ini sedang ”naik daun” adalah novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburarahman El Shirazy. Di tengah kesuksesan novelnya sebagai Mega Best Seller se Asia Tenggara, KCB 1 ini juga sudah di visualisasikan dalam bentuk film layar lebar garapan Sinemart.

4. PENGENALAN
A. Isi Novel

          Seorang mahasiswa peraih beasiswa S1 asal Indonesia, Abdullah Khairul Azzam, yang memiliki keahlian dalam memasak terpaksa harus memolorkan masa kuliahnya selama 9 tahun walau ia sempat mendapatkan nilai sempurna di tingkat 1. Azzam mendapatkan amanah yang berat semenjak ayahnya di kampung halaman meninggal dunia. Ia, sebagai anak tertua, harus menanggung kebutuhan keluarganya di kampung dengan cara membuat tempe dan bakso untuk dipasarkan di lingkungan KBRI di Kairo.
Karena Azzam bergaul di lingkungan KBRI, akhirnya ia mengenal putri seorang Duta Besar yaitu Eliana Pramesthi Alam. Eliana, seorang gadis cantik dan cerdas lulusan Perancis sempat membuat Azzam jatuh cinta. Namun sifat Eliana mencerminkan hidupnya yang hedonis karena lingkungan Eliana yang jauh dari nilai-nilai Islam. Azzam teringat pesan pak Ali, seorang supir KBRI, untuk mencari gadis lain saja untuk ia pinang, yaitu Anna Althafunnisa, putri Kiai Luthfi Hakim. Akhirnya Azzam berkeinginan melamar Anna. Namun ternyata Anna telah dilamar terlebih dahulu oleh Furqon yang kaya & cerdas, tak lain sahabatnya yang pernah tinggal satu atap. Sayangnya Furqon mendapatkan musibah yaitu penyakit HIV-AIDS yang membuatnya bingung.

           Suatu saat, Azzam mendapat kabar dari adiknya, Ayyatul Husna, bahwa Husna telah lulus kuliah dari UNS dan berhasil diterima sebagai psikolog dan penulis serta mampu membiayai adiknya kuliah D-3 dan adik terakhirnya di pesantren. Azzam dapat meneruskan kuliahnya tanpa beban lagi. Kerinduan Azzam pada keluarga tidak terbendung lagi. Ia bertekad untuk serius belajar dan akhirnya berhasil lulus. Lalu Azzam kembali ke Indonesia.

B. Tujuan Pengarang

• Sebagai media dakwah tentang ajaran islam yang di kemas sederhana namun tidak menggurui.
• Menuliskan apa yang ada dipikiran pengarang yang sebagian pernah ia alami dan mengembangkan cerita itu ke dalam sebuah buku.
• Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi.

C. Tujuan Penyusunan Novel

• Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia Tahun Ajaran 2009-2010
• Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi.
• Untuk melatih diri dalam bekerja dan sekaligus ingin memberitahu pembaca, segala ulasan seputar isi novel ini.

D. Manfaat Novel

         Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat. Dengan membaca kehidupan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negeri orang, pembaca dapat membayangkan susah senang mereka. Selain itu, dakwah yang tersirat maupun tersurat, dapat menambah pengetahuan agama khususnya kaum muslim. Tokoh dan wataknya pun jelas, membuat pembaca sudah bisa berfantasi dengan deskripsi tokoh tersebut, sebelum melihat filmnya.

E. Audiens ( Sasaran )

          Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya bagi para muslim, sebagai novel penggugah jiwa dan keimanan pada-Nya.

F. Sistematika Novel

         Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pendahuluan, inti cerita, serta penutup cerita. Dan novel ini terdiri dari 31 Bab yang kadang memiliki keterkaitan cerita dari satu bab ke bab selanjutnya.

G. Kebahasaan dan Ejaan

         Bahasa yang di gunakan yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab, yang memiliki arti di dekat urutan halaman novel. Terdapat pula Bahasa Malaysia yang sering di ucapkan Zahzara ( mahasiswi Malaysia). Bahasa Jawa juga terkadang di gunakan dalam percakapan oleh Azzam. Ejaan, bisa di katakan sempurna, karena pemenggalan dan tanda baca sudah sesuai dengan EYD.

5.PEMBAHASAN

A. Identitas Novel


1. Judul Novel : Ketika Cinta Bertasbih
2. Penulis : Habiburarahman El Shirazy
3. Penerbit : Republika & Basmala
4. Cetakan : 2007
5. Jumlah Halaman : 477 halaman


B. Gaya Bahasa : Personifikasi.

C. Kelemahan Novel

• Cover yang dengan foto Masjid Al-Munawarah, hanya menggambarkan latar / tempat cerita itu berlangsung, belum keseluruhan isi novel.

D. Kelebihan Novel

• Kata-katanya santun dan mudah di pahami.
• Kertas novel menggunakan kertas quarto yang bagus dan bersih.
• Perwatakan tokoh mudah dimengerti, dan di gambarkan jelas.

6. UNSUR INTRINSIK & EKSTRINSIK NOVEL
A. Unsur Intrinsik
 Alur : Campuran
 Sudut Pandang : Orang Ketiga
 Gaya Bahasa : Personifikasi
 Latar / Setting : Kairo, Mesir, Cleopatra, Indonesia.
 Penokohan dan Perwatakan

a. Tokoh Utama
Khairul Azzam : sederhana, pekerja keras, bertanggung jawab, sholeh.
Anna Althafunnisa : lembut, sholehah, cerdas.
Furqan : cerdas, bijak.
Eliana : supel, hedonis, cerdas.

Cut Mala
Fadhil
Ali
Pak Ali
Nasrul


 Amanat
• Terkadang cinta tidak harus memiliki
• Kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak perlu takut akan resiko. Karena resiko membuat kita lebih matang untuk melangkah maju.
• Setiap ada kemauan, pasti ada jalan.
• Sesama muslim adalah saudara, yang saling peduli.
• Sayangilah dirimu, beri ia kesempatan untuk menjadi yang semestinya ia inginkan.
• Pilihan itu ada, namun tergantung siap atau tidak kita menanggung resiko dari pilihan yang kita itu.
• Teguh pendirian, rela berkorban adalah kunci sukses masa depan.
• Lebih baik diam, daripada berbicara yang tidak perlu.
• Buah pengorbanan lebih berharga daripada sesuatu yang dengan mudah di dapat tanpa pengorbanan.
• Cinta yang haqiqih adalah cinta yang berdasarkan pilihan hati, bukan hanya karena nafsu ingin memiliki.

B. Unsur Ekstrinsik

1. Biografi Pengarang

            Habiburrahman el-Shirazy (lahir di Semarang 30 September 1976) adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, penyair, dan suami dari Muyasaratun Sa’idah. Memulai pendidikannya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak. Tahun 1992 ia merantau ke Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadist Universitas Al-Azhar, Kairo dan selesai Tahun 1999. Tahun 2001 lulus Postgraduate Diploma S2 di The Institute for Islamic Studies, Kairo.

                Selama di Kairo, ia telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarainya, di antaranya: Wa Islama (1999), Darah Syuhada (2000). Tulisannya berjudul, Membaca Insanniyah al Islam dimuat dalam buku Wacana Islam Universal (1998). Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (2002), Menyucikan Jiwa (2005), Rihlah ilallah (2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (2001), Merah di Jenin (2002), Ketika Cinta Menemukanmu (2004), dll.

               Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar dipasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (2004), Di Atas Sajadah Cinta (2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007) dan Dalam Mihrab Cinta (2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem. (disadur dari Wikipedia.com)

2. Latar Belakang Sejarah dan Sosial

              Habiburrahman el-Shirazy, menulis cerita berdasarkan pengalaman hidupnya yang pernah bersekolah di Universitas Al Azhar, Mesir. Selain sebagai media dakwahnya, novel ini juga mencakup banyak cerita yang menggambarkan hidup seorang lelaki Indonesia. Sebagai contoh, novelnya yang lain yaitu Ayat-ayat Cinta. Dan dari segi ekonominya, pengarang tergolong menengah ke atas dilihat dari latar petualangan pendidikannya, mulai dari pendidikan menengah di MTs Futuhiyyah 1 hingga S2 di The Institute for Islamic Studies Kairo.

7. KRITIK & SARAN
            Menurut saya, novel ini sudah bisa dikatakan sempurna. Ceritanya mengalir dan mengikuti alur, di selingi kata-kata yang terangkai indah serta unsur-unsur islami yang tersutrat. Dan pembangunan tokoh yang baik, di tunjukkan si pengarang, dengan deskripsi watak yang kokoh, seperti tokoh Abdullah Khairul Azzam yang berpendirian teguh dan pekerja keras di bangun lewat cerita kesehariannya sebagai pembuat bakso & tempe, serta perannya sebagai kakak tertua. Satu hal lagi yang saya salutkan, adalah kata-katanya yang santun dan tidak menggurui. Menjadikan novel ini sangat layak di baca semua kalangan....

Sabtu, 08 Januari 2011

DaFtaR TimNAs IndoNEsiA

 Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub

Skuad Timnas Indonesia Di Piala AFF 2010

  • Kiper: Markus Horison [Persib Bandung], Ferry Rotinsulu [Sriwijaya FC], Kurnia Meiga [Arema Indonesia].
  • Belakang: Zulkifli [Arema Indonesia], Benny Wahyudi [Arema], Nova Arianto [Persib], Maman Abdurahman [Persib], Hamka Hamzah [Persipura Jayapura], M Roby [Persisam Samarinda], M Nasuha [Persija Jakarta], Slamet Riyadi [Persela Lamongan].
  • Tengah: M Ridwan [Sriwijaya FC], Arif Suyono [Sriwijaya FC], Toni Sucipto [Persija], Firman Utina [Sriwijaya FC], Eka Ramdani [Persib], Ahmad Bustomi [Arema Indonesia], Hariono [Persib], Oktovianus Maniani [Sriwijaya FC], Oktavianus [Persija].
  • Depan: Christian Gonzales [Persib], Irfan Bachdim [Persema Malang], , Bambang Pamungkas [Persija], Yongky Aribowo [Arema].

Inilah Squad Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub

No. Posisi Pemain Tanggal Lahir (Usia) Penampilan Gol Klub
1 GK Markus Haris Maulana 14 Maret 1981 (umur 29) 27 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persib Bandung
12 GK Ferry Rotinsulu 28 Desember 1982 (umur 27) 3 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Sriwijaya FC
23 GK Kurnia Meiga Hermansyah 7 Mei 1990 (umur 20) 0 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC

2 DF Mohammad Nasuha 15 September 1984 (umur 26) 7 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persija Jakarta
3 DF Zulkifly Syukur 3 Mei 1984 (umur 26) 4 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC
5 DF Maman Abdurrahman 12 Mei 1982 (umur 28) 44 2 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persib Bandung
7 DF Benny Wahyudi 20 Maret 1986 (umur 24) 4 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC
22 DF Muhammad Ridwan 8 Juni 1980 (umur 30) 36 5 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Sriwijaya FC
26 DF Muhammad Roby 12 September 1985 (umur 25) 13 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persisam Putra Samarinda
23 DF Hamka Hamzah 29 Januari 1984 (umur 26) 12 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persipura Jayapura
29 DF Yesaya Desnam 25 Juni 1985 (umur 25) 1 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persiwa Wamena
30 DF Nova Arianto 4 November 1978 (umur 32) 12 1 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persib Bandung

6 MF Tony Sucipto 12 Februari 1986 (umur 24) 4 1 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persija Jakarta
8 MF Eka Ramdani 18 Juni 1984 (umur 26) 19 1 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persib Bandung
10 MF Oktovianus Maniani 10 Oktober 1990 (umur 20) 6 3 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Sriwijaya FC
14 MF Arif Suyono 3 Januari 1984 (umur 26) 16 4 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Sriwijaya FC
15 MF Firman Utina (Kapten) 15 Desember 1981 (umur 28) 40 6 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Sriwijaya FC
19 MF Ahmad Bustomi 13 Juli 1985 (umur 25) 6 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC

17 FW Irfan Bachdim 11 Agustus 1988 (umur 22) 4 2 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persema Malang
13 FW Dendi Santoso 16 Mei 1990 (umur 20) 0 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC
9 FW Christian González 30 Agustus 1976 (umur 34) 4 4 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persib Bandung
20 FW Bambang Pamungkas 10 Juni 1980 (umur 30) 76 36 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persija Jakarta
21 FW Yongki Aribowo 23 November 1989 (umur 21) 4 2 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Arema FC

FW Johan Juansyah 25 Oktober 1988 (umur 22) 1 0 22px Flag of Indonesia.svg Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Persijap Jepara
 Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Dua Tandem Timnas Yang haus Gol
822621@christian gonzales Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Gonzales, si Ujung Tombak Yang paling Ditakuti lawan
Firman Utina Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Jenderal lapangan dan arsitek Timnas Indonesia yang brilian
 Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Penjawaga Gawang Indoonesia yang menjadi nominasi pemain terbaik Asia
 Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Yongki Aribowo dan Oktovianus Maniani, pemain depan dan pemain tengah yang sangat lincah
mrobby Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
M Nasuha< pemain belakang yang rajin menusuk ke depan
olahraga ekspresi arif suyono 01 Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Arif Suyono, Si keceng kesayangan Riedl yang selalu membuat Timnas lebih greget
eka ramdani insert Foto Pemain Timnas 2010 : Nomor Punggung, Tanggal Lahir, Posisi dan Asal Klub
Destroyer Timnas sebagai lapis ke dua dalam menggempur pertahanan lawan

Selasa, 28 Desember 2010

 

Grafiti

Grafiti paling sederhana di dinding kereta
Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Sejarah


Grafiti di Pompeii. Grafiti ini mengandung tulisan rakyat yang menggunakan bahasa Latin Rakyat dan bukan bahasa Latin Klasik.
Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.
Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.
Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

Grafiti pada zaman modern


Grafiti pada Tembok Pemisah Israel di Israel-Palestina.
Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.
Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali kariernya dari kegiatan grafiti.

Fungsi grafiti

  • Bahasa rahasia kelompok tertentu.
  • Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
  • Sarana pemberontakan.
  • Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.

Hukum


Grafiti yang dibuat sebagai bentuk penolakan terhadap RUU APP
Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.
Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, New York telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal. Untuk mengidentifikasi pola pembuatannya, grafiti pun dibagi menjadi dua jenis.

Gang grafiti

Yaitu grafiti yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu.

Tagging graffiti

Yaitu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

Tim nasional sepak bola Indonesia

 Indonesia
 
 
Lambang asosiasi
Julukan Merah Putih, Garuda
Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
Konfederasi AFC (Asia)
Pelatih Bendera Austria Alfred Riedl
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Widodo C Putro
Bendera Austria Wolfgang Pikal
Kapten Bambang Pamungkas
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (72)
Pencetak gol terbanyak Bambang Pamungkas (34)
Kode FIFA IDN
Peringkat FIFA 127
Peringkat FIFA tertinggi 76 (September 1998)
Peringkat FIFA terendah 153 (Desember 1995, Desember 2006 dan Juli 2008)
Peringkat Elo 129
Peringkat Elo tertinggi 35 (November 1969)
Peringkat Elo terendah 155 (4 Desember 1995)

Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum kandang
Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Bendera Belanda Hindia-Belanda 7–1 Jepang 
(Manila, Filipina; 13 Mei, 1934)
Kemenangan terbesar
 Indonesia 13 - 1 Filipina 
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
 Denmark 9 - 0 Indonesia 
(Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia-Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007)
Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda d
an kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Daftar isi

[tampilkan]

[sunting] Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.
Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

[sunting] Sejarah Indonesia di Piala Dunia FIFA

Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [1]

[sunting] Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadiun Velodrome Municipal, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[2]

[sunting] Rekor Turnamen

[sunting] Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA

Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA
Tuan Rumah / Tahun Hasil Posisi M S K GM GK
Bendera Uruguay 1930 Tidak Ikut - - - - - -
Bendera Italia 1934 Tidak Ikut - - - - - -
Bendera Perancis 1938 Babak 1 (sebagai Hindia Belanda) 14 0 0 1 0 6
Bendera Brasil 1950 Mengundurkan diri - - - - - -
Bendera Swiss 1954 Tidak Ikut - - - - - -
Bendera Swedia 1958 Mengundurkan diri selama kualifikasi - - - - - -
Bendera Chili 1962 Mengundurkan diri - - - - - -
Bendera Inggris 1966 sampai Bendera Meksiko 1970 Tidak Ikut - - - - - -
Bendera Jerman Barat 1974 sampai Bendera Afrika Selatan 2010 Tidak lolos kualifikasi Asia - - - - - -
Bendera Brasil 2014 Belum Diselenggarakan





Bendera Rusia 2018 Belum Diselenggarakan





Bendera Qatar 2022 Belum Diselenggarakan





Total 1/19 Round 1 0 0 1 0 6
Sejarah final Piala Dunia FIFA 1938
Tahun Babak Nilai Hasil
1938 Babak 1  Hindia-Belanda 0 – 6  Hongaria Kalah

[sunting] Sejarah Tim Nasional di Piala Asia AFC

Tahun Hasil Poin M S K GM GK
Bendera Hong Kong 1956 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Korea Selatan 1960 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Israel 1964 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Iran 1968 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Thailand 1972 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Iran 1976 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Kuwait 1980 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Singapura 1984 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Qatar 1988 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Jepang 1992 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Uni Emirat Arab 1996 Babak 1 1 0 1 2 4 8
Bendera Lebanon 2000 Babak 1 1 0 1 2 0 7
Bendera Republik Rakyat Cina 2004 Babak 1 3 1 0 2 3 9
Bendera IndonesiaBendera MalaysiaBendera ThailandBendera Vietnam 2007 Babak 1 3 1 0 2 3 4
Bendera Qatar 2011 Tidak lolos kualifikasi - - - -
Total
Terbaik: Babak 1
8 2 2 8 10 28

[sunting] Sejarah Tim Nasional di Piala AFF

Tahun Prestasi
Bendera Singapura 1996 Peringkat 4
Bendera Vietnam 1998 Peringkat 3
Bendera Thailand 2000 Runner-up
Bendera IndonesiaBendera Singapura 2002 Runner-up
Bendera MalaysiaBendera Vietnam 2004 Runner-up
Bendera SingapuraBendera Thailand 2007 Babak penyisihan grup
Bendera IndonesiaBendera Thailand 2008 Semifinal
Bendera IndonesiaBendera Vietnam 2010

[sunting] Susunan Tim Nasional Senior

[sunting] Skuad AFF Suzuki Cup 2010

Manajer: Andi Darussalam Bendera Indonesia
Pelatih: Alfred Riedl Bendera Austria
Asisten Pelatih: Wolfgang Pikal Bendera Austria, Widodo C Putra Bendera Indonesia
Pelatih Kiper: Edi Harto Bendera Indonesia
Fisioterapis: Mathias Ibo Bendera Indonesia
No. Posisi Pemain Tanggal Lahir (Usia) Penampilan Gol Klub
1 GK Markus Haris Maulana 14 Maret 1981 (umur 29) 31 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
12 GK Ferry Rotinsulu 28 Desember 1982 (umur 28) 3 0 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
23 GK Kurnia Meiga Hermansyah 7 Mei 1990 (umur 20) 0 0 Bendera Indonesia Arema FC

2 DF Mohammad Nasuha 15 September 1984 (umur 26) 11 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta
3 DF Zulkifly Syukur 3 Mei 1984 (umur 26) 8 0 Bendera Indonesia Arema FC
5 DF Maman Abdurrahman 12 Mei 1982 (umur 28) 48 2 Bendera Indonesia Persib Bandung
7 DF Benny Wahyudi 20 Maret 1986 (umur 24) 5 0 Bendera Indonesia Arema FC
22 DF Muhammad Ridwan 8 Juni 1980 (umur 30) 40 5 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
26 DF Muhammad Roby 12 September 1985 (umur 25) 14 0 Bendera Indonesia Persisam Putra Samarinda
23 DF Hamka Hamzah 29 Januari 1984 (umur 26) 15 0 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
29 DF Yesaya Desnam 25 Juni 1985 (umur 25) 1 0 Bendera Indonesia Persiwa Wamena

6 MF Tony Sucipto 12 Februari 1986 (umur 24) 5 1 Bendera Indonesia Persija Jakarta
8 MF Eka Ramdani 18 Juni 1984 (umur 26) 20 1 Bendera Indonesia Persib Bandung
10 MF Oktovianus Maniani 10 Oktober 1990 (umur 20) 10 3 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
14 MF Arif Suyono 3 Januari 1984 (umur 26) 20 4 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
15 MF Firman Utina (Kapten) 15 Desember 1981 (umur 29) 43 6 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
19 MF Ahmad Bustomi 13 Juli 1985 (umur 25) 10 0 Bendera Indonesia Arema FC

17 FW Irfan Bachdim 11 Agustus 1988 (umur 22) 7 2 Bendera Indonesia Persema Malang
9 FW Christian González 30 Agustus 1976 (umur 34) 8 6 Bendera Indonesia Persib Bandung
20 FW Bambang Pamungkas 10 Juni 1980 (umur 30) 75 34 Bendera Indonesia Persija Jakarta
21 FW Yongki Aribowo 23 November 1989 (umur 21) 6 2 Bendera Indonesia Arema FC
11 FW Johan Juansyah 25 Oktober 1988 (umur 22) 1 0 Bendera Indonesia Persijap Jepara
  • Penampilan dan gol akurat per 27 Desember 2010
Susunan tim nasional saat ini [1]

[sunting] Susunan Tim Nasional U-23

[sunting] Tim Utama

Pelatih: Alfred Riedl Bendera Austria
No. Pos. Nama Tanggal lahir (Usia) Penampilan Klub
1 GK Kurnia Meiga Hermansyah 7 Mei 1990 4 Bendera Indonesia Arema Indonesia
12 GK Johan Angga Kesuma 29 Desember 1989 0 Bendera Indonesia Persijap Jepara

4 DF Wildansyah 2 Januari 1987 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
5 DF Djayusman Triasdi 22 Agustus 1989 5 Bendera Indonesia PSM Makasar
6 DF David Laly 6 November 1991 0 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
13 DF Achmad Jufriyanto 7 Februari 1987 12 Bendera Indonesia Sriwijaya FC
14 DF Irfan Raditya 11 Juni 1988 0 Bendera Indonesia Arema Indonesia
21 DF Elvis Nelson Anes 28 Maret 1988 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta

8 MF Egi Melgiansyah 4 September 1990 15 Bendera Indonesia Pelita Jaya
10 MF Davadisa 1 Maret 1989 0 Bendera Indonesia Mutiara Pratama FC
19 MF Imanuel Wanggai 23 Februari 1988 12 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
25 MF Dendi Santoso 12 Februari 1990 0 Bendera Indonesia Arema Indonesia

3 FW Andik Vermansyah 23 November 1991 0 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya(LPI)
7 FW Boaz Salossa 1 Maret 1986 23 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
12 FW Jajang Mulyana 23 Oktober 1988 9 Bendera Indonesia Pelita Jaya
19 FW Dede Hugo Kunarko 4 Desember 1987 0 Bendera Indonesia PSBI Blitar
25 FW Harmoko 6 Maret 1989 0 Bendera Indonesia Persekam

[sunting] Daftar Pelatih Tim Nasional Indonesia

Period Coach
1938 Bendera Belanda Johannes Christoffel van Mastenbroek
1951-1953 Bendera Singapura Choo Seng Quee
1954-1964 Bendera Yugoslavia Antun Pogačnik
1966-1970 Bendera Indonesia E.A. Mangindaan
1970 Bendera Indonesia Endang Witarsa
1971-1972 Bendera Turki Yusuf Balik
1972-1974 Bendera Indonesia Suwardi Arland
1974-1975 Bendera Indonesia Aang Witarsa
1975-1976 Bendera Belanda Wiel Coerver
1976-1978 Bendera Indonesia Suwardi Arland
1978-1979 Bendera Belanda Frans Van Balkom
1979-1980 Bendera Polandia Marek Janota
1980-1981 Bendera Jerman Bernd Fischer
1981-1982 Bendera Indonesia Harry Tjong
1982-1983 Bendera Indonesia Sinyo Aliandoe
1983-1984 Bendera Indonesia M. Basri, Iswadi Idris dan Abdul Kadir
1985-1987 Bendera Indonesia Bertje Matulapelwa
1987 Bendera Indonesia Sinyo Aliandoe
1987-1991 Bendera Rusia Anatoli Polosin
1991-1993 Bendera Yugoslavia Ivan Toplak
1993-1995 Bendera Italia Romano Mattè
1995-1996 Bendera Indonesia Danurwindo
1996-1997 Bendera Belanda Henk Wullems
1998 Bendera Indonesia Sudibyo
1999 Bendera Jerman Bernard Schum
1999-2000 Bendera Indonesia Nandar Iskandar
2000-2001 Bendera Indonesia Benny Dollo
2002-2004 Bendera Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2004-2007 Bendera Inggris Peter Withe
2007 Bendera Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2008-2010 Bendera Indonesia Benny Dollo
2010- Bendera Austria Alfred Riedl

[sunting] Pemain Terkenal